The Sukarno Center meluncurkan 37 situs sejarah yang tersebar di Daerah
Istimewa Yogyakarta yang dinilai memiliki keterkaitan dengan jejak
mantan Presiden RI Soekarno selama di Yogyakarta. Peluncuran 37 situs
sejarah yang terdiri atas museum, kampus, dan candi.
Sejumlah pengunjung menikmati lukisan karya Affandi di Yogyakarta (foto: Pikiran Rakyat)
"Upaya ini kami lakukan untuk mengumpulkan dan melestarikan jejak
Sukarno di lingkup ruang publik mulai Sabang sampai Merauke," kata Ketua
Panitia Peluncuran The President Sukarno Heritage List 2015 Wilayah
Daerah Istimewa Yogyakarta, Jero Putu Rudy Warmasada, Senin
(23/11/2015).
Menurut Jero, Yogyakarta merupakan salah satu kota yang paling banyak
memiliki situs yang berhubungan dengan jejak sejarah Sang Proklamator.
Apalagi, kata dia, Yogyakarta juga menjadi tempat dilantiknya Soekarno
sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS).
"Yogyakarta juga merupakan kota yang paling sering dikunjungi dan menginspirasi beliau semasa hidupnya," ucapnya.
Beberapa objek yang ditetapkan sebagai situs Bung Karno itu, kata
dia, antara lain Keraton Yogyakarta, Puro Pakualaman, Universitas Islam
Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Benteng Vredeburg, Gedung Agung,
Museum Affandi, Candi Ratu Boko. "Seperti pemilihan Museum Affandi,
karena Affandi cukup dekat dengan beliau (Soekarno)," katanya.
Menurut Jero, pelacakan serta penetapan situs-situs tersebut akan
menjadi bagian bahan penyusunan ensiklopedi Soekarno yang akan
diluncurkan pada 2020. "Sehingga sebelum 2020, masyarakat juga masih
bisa menambahkan tempat-tempat lain yang berhubungan dengan Sukarno,"
tuturnya.
Sementara itu, Gubernur DIY Sultan HB X menyambut baik upaya The
Sukarno Center dalam penetapan beberapa lokasi di Yogyakarta sebagai
situs Bung Karno. "Saya merasa bangga Yogyakarta terpilih sebagai lokasi
jejak sejarah Sukarno dan turut serta menjaga warisan peninggalan
Sukarno," kata Sultan dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Sekda
Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda DIY Sulistyo.
Sultan berharap dengan kegiatan itu, dapat lebih memperkuat rasa
kebangsaan dan persatuan komponen bangsa, sekaligus meneguhkan posisi
Yogyakarta sebagai kota teladan.
Sedangkan, Putri Bung Karno, Sukmawati, mengucapkan terima kasih atas
kesediaan Pemda DIY mendukung penetapan situs-situs Bung Karno
tersebut.
"Presiden Sukarno menetapkan Yogyakarta sebagai daerah istimewa
karena memang dulu Kota Yogyakarta dan rakyatnya sangat penting dalam
mempertahankan kemerdekaan Indonesia," katanya.
(Wilujeng Kharisma)