Selasa, 05 Januari 2016

Jumeneng Dalem Paku Alam X, Kadipaten Puro Pakualaman

 Kadipaten Puro Pakualaman Yogyakarta akan menggelar prosesi jumeneng dalem Paku Alam X. 



Gladi Kirab Jumeneng Dalem Paku Alam X, Minggu (3/1/2016)/ Foto: Edzan Raharjo

Prosesi jumeneng dalem ini akan digelar pada hari Kamis 7 Januari 2016.
Berbagai persiapan di Kadipaten Puro Pakualaman mulai dilakukan. Di antaranya gladi kirab ageng dan juga persiapan panggung untuk para undangan.

Gladi kirab ageng melibatkan kereta kencana yang akan digunakan untuk kirab saat prosesi. Setelah gladi kirab ageng sore harinya dilanjutkan dengan gladi upacara adat penobatan di Bangsal Sewatama Puro Pakualaman Yogyakarta.

 Ketua kirab jumeneng dalem Pakualam X, Widihasto Wasana Putra mengatakan kirab ini dilakukan untuk menyesuaikan konsep perencanaan dengan praktik di lapangan.

Rangkaian kirab ageng meliputi rangkaian pembuka yakni mobil voorijder, marching band dan Paskibraka. Rangkaian utama; gajah, manggala yudha, bendera kadipaten, prajurit lombok, kereta Kyai Manik Kumolo, Kereta Rejo Pawoko (ampil dalem), kereta baru (Jolodoro), kereta Rara Kumenyar, kereta Kyai Brajanolo, kereta Kyai Manik Brojo, Prajurit Palngkir.






 Kereta Kyai Jolodoro foto by Herri Suryatmoko


Sedangkan untuk rangkaian penutup yakni marching band, mobil ambulans dan mobil pendukung.

 "Kereta Kyai Manik Kumala adalah kereta yang telah berusia dua abad. Untuk gajah yang terlibat dalam kirab ageng ada empat ekor,"kata Widihasto pad Gladi Kirab Ageng Jumeneng Dalem Paku Alam X di Kadipaten Puro Pakualaman Yogyakarta, Minggu 03/01/2016.

Pelaksanaan gladi kirab diawali dengan apel siaga petugas pengamanan jumeneng dalem. Total semua petugas pengamanan sebanyak 2.500 orang yang berasal dari unsur TNI/Polri, instansi pemerintah terkait, organisasi masyarakat, perguruan pencak silat serta berbagai komunitas lainnya.

Rute kirab yang dilalui yakni  jalan Sultan Agung, Gajahmada, Bausasran, Gayam, Cendana, Kusumanegara dan kembali ke Pakualaman. #Edzan Raharjo - detikNews


Site plan pelaksanaan Jumeneng Dalem KGPAA Paku Alam X



 Alur Prosesi Jumeneng Dalem K.G.P.A.A. Paku Alam X pada hari Kamis Legi, 7 Januari 2016.



Klik like :  Kabar Jogjakarta

Mengintip 37 Situs Sejarah Jejak Soekarno di Yogyakarta


The Sukarno Center meluncurkan 37 situs sejarah yang tersebar di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dinilai memiliki keterkaitan dengan jejak mantan Presiden RI Soekarno selama di Yogyakarta. Peluncuran 37 situs sejarah yang terdiri atas museum, kampus, dan candi.

 Sejumlah pengunjung menikmati lukisan karya Affandi di Yogyakarta (foto: Pikiran Rakyat)


"Upaya ini kami lakukan untuk mengumpulkan dan melestarikan jejak Sukarno di lingkup ruang publik mulai Sabang sampai Merauke," kata Ketua Panitia Peluncuran The President Sukarno Heritage List 2015 Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jero Putu Rudy Warmasada, Senin (23/11/2015).
Menurut Jero, Yogyakarta merupakan salah satu kota yang paling banyak memiliki situs yang berhubungan dengan jejak sejarah Sang Proklamator. Apalagi, kata dia, Yogyakarta juga menjadi tempat dilantiknya Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS).
"Yogyakarta juga merupakan kota yang paling sering dikunjungi dan menginspirasi beliau semasa hidupnya," ucapnya.
Beberapa objek yang ditetapkan sebagai situs Bung Karno itu, kata dia, antara lain Keraton Yogyakarta, Puro Pakualaman, Universitas Islam Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Benteng Vredeburg, Gedung Agung, Museum Affandi, Candi Ratu Boko. "Seperti pemilihan Museum Affandi, karena Affandi cukup dekat dengan beliau (Soekarno)," katanya.
Menurut Jero, pelacakan serta penetapan situs-situs tersebut akan menjadi bagian bahan penyusunan ensiklopedi Soekarno yang akan diluncurkan pada 2020. "Sehingga sebelum 2020, masyarakat juga masih bisa menambahkan tempat-tempat lain yang berhubungan dengan Sukarno," tuturnya.
Sementara itu, Gubernur DIY Sultan HB X menyambut baik upaya The Sukarno Center dalam penetapan beberapa lokasi di Yogyakarta sebagai situs Bung Karno. "Saya merasa bangga Yogyakarta terpilih sebagai lokasi jejak sejarah Sukarno dan turut serta menjaga warisan peninggalan Sukarno," kata Sultan dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda DIY Sulistyo.
Sultan berharap dengan kegiatan itu, dapat lebih memperkuat rasa kebangsaan dan persatuan komponen bangsa, sekaligus meneguhkan posisi Yogyakarta sebagai kota teladan.
Sedangkan, Putri Bung Karno, Sukmawati, mengucapkan terima kasih atas kesediaan Pemda DIY mendukung penetapan situs-situs Bung Karno tersebut.
"Presiden Sukarno menetapkan Yogyakarta sebagai daerah istimewa karena memang dulu Kota Yogyakarta dan rakyatnya sangat penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia," katanya. (Wilujeng Kharisma)


Minggu, 03 Januari 2016

4 Januari 1946 : Presiden Soekarno Pindahkan Ibukota Ke Yogyakarta



Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, bukan berarti Indonesia benar-benar merdeka. Belanda masih ingin berkuasa di Indonesia setelah Jepang dikalahkan sekutu. Tentara Belanda ikut membonceng bersama Pasukan Sekutu yang bertugas melucuti dan memulangkan tawanan Jepang dari Indonesia. Pasukan Belanda yang dinamakan Netherlands-Indies Civil Administration atau NICA sangat buas meneror penduduk Indonesia yang pro kemerdekaan. Situasi Jakarta menjadi sangat tidak aman. Mereka menembak membabi buta. Jika ada pemuda yang mengenakan lencana merah putih, maka mereka akan memaksa agar orang itu menelan lencananya. NICA mencoba membunuh Soekarno berkali-kali. Soekarno harus tidur berpindah-pindah untuk menghindari teror NICA. Mereka mencoba menabrak mobil yang dikendarai Soekarno. Untungnya Soekarno selamat.
Karena situasi keamanan ibukota Jakarta (Batavia saat itu) yang makin memburuk, maka pada tanggal 4 Januari 1946, Soekarno dan Hatta dengan menggunakan kereta api, pindah ke Yogyakarta sekaligus pula memindahkan ibukota. Meninggalkan Sutan Syahrir dan kelompok yang pro-negosiasi dengan Belanda di Jakarta.
“Kita akan memindahkan ibu kota besok malam. Tidak ada seorang pun dari saudara boleh membawa harta benda. Aku juga tidak,” kata Soekarno seperti ditulis Cindy Adams dalam biografi Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Masalah selanjutnya bagaimana berangkat dari Jakarta ke Yogya tanpa diketahui tentara NICA. Jika ketahuan Soekarno dan seluruh pejabat RI akan dibunuh. Maka disusun satu rencana nekat. Setelah gelap, sebuah gerbong kereta dan lokomotif yang dimatikan lampunya berhenti di belakang rumah Soekarno yang terletak di pinggir rel.
Tentara NICA menyangka kereta tersebut hanya kereta biasa yang lewat kemudian akan kembali ke stasiun. “Dengan diam-diam, tanpa bernapas sedikit pun, kami menyusup ke gerbong. Orang-orang NICA menyangka gerbong itu kosong,” kata Soekarno menggambarkan ketegangan saat itu. “Seandainya kami ketahuan, seluruh negara dapat dihancurkan dengan satu granat. Dan kami sesungguhnya tidak berhenti berpikir apakah pekerjaan itu akan berlangsung dengan aman. Sudah tentu tidak. Tetapi republik dilahirkan dengan risiko. Setiap gerakan revolusioner menghendaki keberanian.
Pemindahan ke Yogyakarta dilakukan dengan menggunakan kereta api, yang disebut dengan singkatan KLB (Kereta Luar Biasa). Orang lantas berasumsi bahwa rangkaian kereta api yang digunakan adalah rangkaian yang terdiri dari gerbong-gerbong luar biasa. Padahal yang luar biasa adalah jadwal perjalanannya, yang diselenggarakan di luar jadwal yang ada, karena kereta dengan perjalanan luar biasa ini, mengangkut Presiden beserta Wakil Presiden, dengan keluarga dan staf, gerbong-gerbongnya dipilihkan yang istimewa, yang disediakan oleh Djawatan Kereta Api (DKA) untuk VVIP.
” Maka tanggal 4 Januari 1946, kereta api membawa Soekarno dan rombongan ke Yogyakarta di malam buta. Semua penumpang diliputi ketegangan. Tapi rupanya Tuhan memberikan kekuatan pada rombongan kecil itu mencapai Yogyakarta. Yogyakarta kemudian dikenal sebagai Kota Hijrah dan Ibu Kota Perjuangan. Di sinilah hampir dua tahun Republik Indonesia yang masih bayi mengatur pemerintahan. (sumber : wikipedia)

Rabu, 30 Desember 2015

Festival Kampung Lampion Kali Code


 Galeri foto-foto Kampung Code "Dulu, Kini, dan Nanti




Komunitas Cemara berkolaborasi dengan warga bantaran Sungai Code, tepatnya RT 18, Kelurahan Kotabaru, menggelar Festival Kampung Lampion Kalicode mulai 28 hingga 31 Desember mulai pukul 19.00-22.00 WIB. Acara ini ditujukan untuk menjadi alternatif warga Yogyakarta dalam menikmati tahun baru.
Ketua RT 18 Sugeng Hermanto menuturkan, selain alternatif tahun baru, Festival Kampung Lampion bertujuan merespon pembangunan hotel yang kian marak di Yogyakarta. Menurutnya, pembangunan hotel menjadikan eksistensi dari kampung yang berada di bantaran Sungai Code semakin terpinggirkan.
"Sehingga dengan adanya festival ini bisa menjadikan kampung Code diakui keberadaannya dan hilang dari kesan sebagai kampung kumuh," apar Sugeng saat pembukaan festival, di Kotabaru, Gondokusuman, DI Yogyakarta, Senin (28/12) malam.

 Lampion hasil karya relawan Komunitas Cemara dan warga

Koordinator Komunitas Cemara, Ganesh Cintika Putri, menuturkan pihaknya telah melakukan pendampingan kepada warga bantaran Code selama 5 tahun. Acara ini, lanjutnya, merupakan upaya untuk membantu warga bantaran Code menyuarakan masalah sosial yang dihadapi kepada pejabat yang berwenang.
"Dengan mengadakan diskusi publik bertema 'Peran Pemerintah Dalam Membangun Komunitas Bantara Sungai', kami berharap Pemerintah akan mengetahui secara langsung apa masalah-masalah yang sebenarnya dihadapi masyarakat. Tapi kami tidak hanya menyodorkan masalah saja, kami pun menawarkan solusi hasil dari pemetaan selama 5 tahun ini," ucap Ganesh kepada merahputih.com.
Festival Lampion Kalicode menampilkan kampung bantaran yang telah disulap menjadi bersih, hijau dan disinari cahaya lampion saat malam hari. Untuk menambah kesemarakan, masyarakat gotong-royong mengubah barang-barang bekas berupa sendok plastik, kaleng cat bekas, dan botol minuman menjadi lampu lampion.
Sambil menikmati malam di Kampung Code, pengunjung dapat menyusuri sejarah RT 18 Kali Code sejak tahun 1990-1n hingga kini dalam pameran foto bertajuk "Code Dulu, Kini dan Nanti". Sebagai puncak acara, pada tanggal 31 Desember festival akan ditutup dengan pentas musik, tari dan pentas kethoprak.
#Foto  Nindias Nur Khalika

Minggu, 20 Desember 2015

Rekayasa Lalulintas 8 titik Ruas Jalan Libur Natal & Tahun Baru


Libur Natal & Tahun Baru, 8 titik Ruas Jalan Ini akan Direkayasa

 



Kepolisian Resort Kota Jogja akan melakukan rekayasa arus lalu lintas selama libur Hari Raya Natal sampai malam pergantian tahun.

Kapolresta Jogja, Komisaris Besar Polisi Prihartono Eling Lelakon mengatakan ada delapan titik ruas jalan yang direkayasa untuk kelancaran arus kendaraan seperti Jalan Malioboro yang akan ditutup mulai pukul 19.00 WIB. Kendaraan yang hendak menuju Malioboro harus parkir di kantong parkir Abu Bakar Ali (ABA) dan parkir di barat Stasiun Tugu.
“Jika kedua kantong parkir itu tidak mencukupi, kendaraan akan diarahkan ke lokasi parkir di Stadion Kridosono,” papar Prihartono usai rapat koordinasi persiapan pengamanan libur Natal dan Tahun Baru di Balai Kota Jogja, Jumat (18/12/2015).
Selain Malioboro, Jalan Pangurakan juga akan diberlakukan satu arah dari arah utara ke Alun-alun Utara. Kemudian Jalan Magelang Simpang Samsat juga akan diberlakukan larangan berputar. Lalu, Jalan Lempuyangan diberlakukan searah dari barat ke timur.

Untuk mengurai kepadatan kendaraan, polisi juga akan memasang water barrier di beberapa ruas jalan, yakni di sepanjang Jalan Senopati, Jalan Cikditiro (penggal RS Panti Rapih), dan Simpang Tiga Gembiraloka Zoo.
Kasat Lantas Polresta Jogja, Kompol Sugiyanto menjelaskan kendaraan dari arah Simpang Empat SGM harus lurus sampai Simpang Empat Gedong Kuning,
“Tidak boleh langsung masuk ke Jalan Kebun Raya,” jelasnya.
Selain rekayasa arus lalu lintas, polisi juga menyediakan tujuh pos pengamanan, dan tiga pos pelayanan, serta satu posko informasi yang ditempatkan di Simpang Tiga Gembiraloka Zoo.
Walikota Jogja Haryadi Suyuti meminta Dinas Perhubungan dan kepolisian lalu lintas untuk kembali melakukan penyisiran jalan sebelum Natal, untuk mengantisipasi adanya gangguan jalan. Dia meminta semua proyek pengerjaan jalan dan gorong-gorong harus selesai pada 24 Desember atau sehari sebelum Natal.
“Jangan ada pengerjaan jalan selama libur Natal dan Tahun Baru, demi kelancaran lalu lintas.” tegas Haryadi.

Sabtu, 19 Desember 2015

Pesawat jenis T50 Golden Eagle Jatuh dalam Event Gebyar Dirgantara Yogyakarta

 Pesawat jatuh saat sedang atraksi di acara Jogja Air Show 
Awak Pesawat T-50 Meninggal

Pesawat latih Jenis T50  

  #‎Foto‬ via path Elfa Eizha Lestisiya


 #Foto via Sukiman Merapi 



Kondisi Puing Pesawat via @SukimanMerapi

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Dwi Badarmanto mengatakan, dua anggota TNI yang mengawaki pesawat T-50 (sebelumnya disebut F-16) yang jatuh di Yogyakarta tewas.
"Pilot ga bisa eject. Anggota sedang di lapangan," katanya, Minggu, 20 Desember 2015.
Namun, ia belum bisa menjelaskan, identitas dua anggota TNI yang gugur dalam peristiwa jatuhnya pesawat tersebut.
"Sedang dicek. Tim sedang melakukan investigasi," ujarnya menambahkan.
Sebelumnya, sebuah pesawat milik TNI jatuh saat melakukan atraksi dalam rangka perayaan Gebyar Jogja Air Show. Namun, ternyata jenis pesawat yang jatuh bukan pesawat F-16.
"Yang jatuh T-50 Golden Eagle, saat perayaan Gebyar Yogya Air Show," katanya menjelaskan.
Dwi menjelaskan, pesawat T-50 tersebut tidak jatuh di area Bandara Adi Sucipto.
"Pesawat jatuh di luar. Daerahnya dekat badara. Desa Tegal Rejo, Sleman."

Jadwal Perayaan Ibadah Natal Desember 2015 di Jogjakarta

 

Misa Natal Gereja HKTY  Ganjuran, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul

Misa Malam Natal 24 Desember 2015 
Misa I Pukul 17.30 WIB
Misa II Pukul 21.00 WIB

Misa Natal Pagi 25 Desember 2015
Pukul 08.00 WIB

Misa Malam Jumat Pertama & Tahun Baru 31 Desember 2015
Pikul 19.00 WIB

Misa Tahun Baru 1 Januari 2016
Pukul 07.00 WIB


 

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadwal perayaan Ekaristi Natal dan Tahun Baru di Gereja St. Antonius Kotabaru

Malam Natal (24 Desember)
17.00
20.00
23.00 (Ekaristi Kaum Muda)
Di kapel Panti Rapih jam 18.00 (bahasa Inggris)
Di kapel Bintang Samudra jam 19.00

Hari Natal (25 Desember)
06.30
08.30 (Ekaristi Anak)
17.00 (Ekaristi Remaja)
Di kapel Panti Rapih jam 06.00
Di kapel Bintang Samudra jam 07.00
Ekaristi Akhir Tahun (31 Desember) jam 22.00
Di kapel Bintang Samudra jam 19.00
Ekaristi Awal Tahun (1 Januari) jam 07.00
Di kapel Bintang Samudra jam 07.00

 

---------------------------------------------------------------------------------------------

Jadwal Ibadah Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 GPIB Margamulya



Hari, tanggal
Kegiatan Ibadah
Waktu
Tempat di
Kamis
24 Desember 2015
Malam Natal
Pkl. 17.30
Pkl. 19.30
Gereja Marga Mulya


Pkl. 18.00
Pos Jogja Barat
Aula Pastori III GPIB Janten



Pos Jogja Timur
(d/a. GKO Immanuel Adisucipto)
Jumat
25 Desember 2015
Natal (I)
Pkl. 06.30
Pkl. 08.30
Pkl. 17.30
Gereja Marga Mulya Yogyakarta


Pk. 07.00
Pos Jogja Barat


Pkl. 08.00
Pos Jogja Timur
(d/a. GKO Immanuel Adisucipto)
Sabtu
26 Desember 2015
Natal (II)
Pkl. 08.30
Gereja Marga Mulya
(Ada Sakramen Baptisan Kudus)
Selasa
29 Desember 2015
Perayaan Natal Jemaat
Pkl. 18.00
Gedung Utama KOINONIA UKDW
Kamis
31 Desember 2015
Malam Tutup Tahun 2015
Pkl. 17.30
Pkl. 19.30
Gereja Marga Mulya


Pkl. 18.00
Pos Jogja Barat
Aula Pastori III GPIB Janten



Pos Jogja Timur
(d/a. GKO Immanuel Adisucipto)
Jumat
1 Januari 2016
Tahun Baru
2015
Pkl. 06.30
Pkl. 08.30
Pkl. 17.30
Gereja Marga Mulya Yogyakartas


Pk. 07.00
Pos Jogja Barat


Pkl. 08.00
Pos Jogja Timur
(d/a. GKO Immanuel Adisucipto)






JADWAL PERAYAAN/IBADAH NATAL 2015 DAN TAHUN BARU 2016 GEREJA HKBP YOGYAKARTA

------
Kamis 17-Des-15 18.00-21.00 Natal Parompuan HKBP Yogyakarta


Jumat 18-Des-15 17.00-20.00 Natal Sekolah Minggu HKBP Yogyakarta


Sabtu 19-Des-15 18.00-21.00 Natal Alumni Budi Mulia Siantar - Yogyakarta


Minggu 20-Des-15 06.30 dan 17.30 Advent IV: Bahasa Indonesia


Minggu 20-Des-15 09.00 Advent IV Bahasa Batak


Selasa 22-Des-15 18.00 Natal Remaja dan Naposo HKBP Yogyakarta


Rabu 23-Des-15 Natal Keluarga di rumah masing-masing keluarga


Kamis 24-Des-15 18.00-21.00 Malam Natal


Jumat 25-Des-15 06.30 dan 17.30 Natal Umum: Bahasa Indonesia -Sakramen Perjamuan Kudus


Jumat 25-Des-15 09.00 Natal Umum: Bahasa Batak Sakramen Ulaon Na Badia


Sabtu 26-Des-15 17.30-20.30 Natal Bersama dan Ramah-tamah


Minggu 27-Des-15 06.30 dan 17.30 Minggu setelah Natal: Bahasa Indonesia


Minggu 27-Des-15 09.00 Minggu Setelah Natal: Bahasa Batak 
                1. Penahbisan Sintua; dan  
                2. Sakramen Baptisan Kudus 
 


Kamis 31-Des-15 17.30-20.30 Ibadah Malam Akhir Tahun: Laporan Tahunan (Barita Jujur Taon) 


Jumat 01-Jan-15 00.00 Old and New Year: Naposo/Mahasiwa


Jumat 01-Jan-15 00.00 Old and New Year: Masing-masing Keluarga


Jumat 01-Jan-15 09.00 dan 17.30 Ibadah Awal Tahun 2016
--------