Rabu, 01 April 2015

#LalinJogja Ruas Jalan di Jogja Ini akan Jadi Searah

Lima ruas jalan di Kota Jogja segera dijadikan searah untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di tempat tersebut. Salah satunya ruas Jalan Prawirotaman.

Selain itu, ada empat ruas jalan lain yang segera dijadikan searah, yaitu Jalan Lempuyangan, JalanTirtodipuran, JalanKemasan dan Jalan Mondorakan.
Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja, Windarto mengungkapkan, untuk ruas Jalan Prawirotaman sedianya akan dibuat satu arah ke timur, sedangkan Jalan Tirtodipuran ke arah barat.
Pasalnya, di dua ruas jalan tersebut, ada banyak hotel dan turis, yang secara otomatis menyebabkan cukup ramainya pejalan kaki.
Sementara, lalu lintas kendaraan di dua ruas jalan tadi juga tergolong ramai. Sehingga, Dishub berencana untuk mengurangi konflik antara pejalan kaki dan arus lalu lintas kendaraan di titik tersebut.
Untuk wilayah Kotagede, lanjut Windarto, geliat perekonomian andalan Kota Jogja berlangsung tinggi dan ramai di Jalan Kemasan dan Jalan Mondorakan. Kebutuhan konsumen untuk berbelanja, tentunya membutuhkan lahan parkir. Akan tetapi, kebutuhan badan jalan bagi perlintasan kendaraan juga masih ada.
“Dengan lebar jalan sekitar enam meter, ada mobil dan motor parkir, namun juga untuk dilewati sangat menimbulkan beban. Kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat dan penghuni lokal, kebanyakan menggunakan motor, sedangkan konsumen menggunakan mobil,” paparnya, Senin (30/3/2015).
Maka, ke depan akan diterapkan arus searah dari utara ke selatan bagi mobil di Jln.Kemasan. Demikian pula arus searah dari sisi selatan ke barat di sepanjang Jln.Mondorakan.
“Rasio masih kami hitung. Target realisasi tentu ada, namun proses sosialisasi masih akan memakan waktu panjang, karena kami tidak mau ada program yang justru kontraproduktif dengan kegiatan masyarakat sekitar,” urai lelaki yang kerap disapa Win itu.
Untuk ruas di Lempuyangan, pihaknya cukup menemukan dilema. Mengingat jalan penyangga, seperti Jln.Sutomo dan Jln.Hayam Wuruk juga merupakan titik keramaian. Salah satu jalan penyangga yang dinilai sepi adalah Jln.Atmosukarto.
“Rencana Lempuyangan akan dibuat searah ke timur, itu satu-satunya cara, tapi masih kita satukan dengan kebijakan PT KAI Daops 6. Padahal, kalau di sana tidak ada parkir di pinggir jalan sebenarnya arus dua arah tidak masalah,” tandasnya
#Harjo  Selasa, 31 Maret 2015

Selasa, 31 Maret 2015

Jadwal Ibadah Paskah 2015 Gereja Kota Jogja dan sekitarnya

Jadwal Pekan Suci di Gereja Katholik di DIY 

Paroki Babarsari, Sleman
 – St. Maria Assumpta Minggu Palma: 17.00 (Sabtu), 07.00, 17.00 Kamis Putih: 19.00 Jumat Agung: 15.00 Malam Paska: 18.00, 22.00 Hari Raya Paska: 07.30, 17.00

Paroki Bantul 
St. Yakobus Minggu Palma: 07.00 Kamis Putih: 19.00 Jumat Agung: 15.00 Malam Paska: 20.00 Hari Raya Paska: 07.30 Paroki Bintaran, Yogyakarta – St. Yusuf Minggu Palma: 16.30 (Sabtu), 05.30, 07.30, 16.30 Kamis Putih: 17.00, 20.00 Jumat Agung: 15.00, 18.00 Malam Paska: 17.30, 21.00 Hari Raya Paska: 06.00, 08.00 (Anak-anak)

Paroki Boro, Kulonprogo
 – St. Theresia Lisieux Minggu Palma: 15.30 (Bhs. Jawa) (Sabtu), 07.00 Kamis Putih: 16.00 (Bhs. Jawa), 19.00 Jumat Agung: 15.00 (Bhs. Jawa), 18.00 Malam Paska: 17.00 (Bhs. Jawa), 21.00 Hari Raya Paska: 07.30

Paroki Gamping, Sleman
-St. Maria Assumpta Minggu Palma: 17.00 (Bhs. Jawa) (Sabtu), 07.00, 17.30 Kamis Putih: 17.00 (Bhs. Jawa), 20.00 Jumat Agung: 15.00 (Bhs. Jawa), 19.00 Malam Paska: 17.00 (Bhs. Jawa), 22.00 Hari Raya Paska: 07.30

Paroki Kalasan- Marganingsih Stasi Maguwoharjo – Bunda Maria Minggu Palma: 07.00 Kamis Putih: 18.00 Jumat Agung: 15.00 Malam Paska: 18.00
  
Paroki Kidul Loji, Yogyakarta -St. Fransiskus Xaverius Minggu Palma: 17.30 (Sabtu), 05.30, 08.00, 17.00 Kamis Putih: 18.00, 20.30 Jumat Agung: 15.00, 18.00 Malam Paska: 18.00, 21.00 Hari Raya Paska: 06.00, 08.00

Paroki Kotabaru, Yogyakarta -St. Antonius Padua Minggu Palma: 16.30, 18.30 (Sabtu), 05.15 (Bhs. Jawa), 07.00, 09.00, 16.30, 18.30 Kamis Putih: 16.30, 19.00, 21.30 Jumat Agung: 14.00, 17.00, 20.00 Malam Paska: 17.00, 20.00, 23.00 (OMK) Hari Raya Paska: 07.00, 09.00 (Anak-anak), 17.00 (OMK)

Kapel Biara CB, YogyakartaBintang Samudra Minggu Palma: 07.00 Kamis Putih: 19.00 Jumat Agung: 15.00 Malam Paska: 19.00 Hari Raya Paska: 07.00

Paroki Kumetiran, Yogyakarta – Hati St. Perawan Maria Tak Bercela Minggu Palma: 18.00 (Sabtu), 06.00 (Bhs. Jawa), 08.00, 17.00 Kamis Putih: 18.00 (Bhs. Jawa), 21.00 Jumat Agung: 15.00 (Bhs. Jawa), 18.00 Malam Paska: 18.00 (Bhs. Jawa), 22.00 Hari Raya Paska: 08.00 (Anak-anak)

Paroki Mlati, Sleman – St. Aloysius Gonzaga Minggu Palma: 16.30 (Sabtu), 05.30 (Bhs. Jawa), 08.00 Kamis Putih: 17.00 (Bhs. Jawa), 20.00 Jumat Agung: 15.00 (Bhs. Jawa), 19.00 Malam Paska: 17.00 (Bhs. Jawa), 22.00 Hari Raya Paska: 07.30

Paroki Nanggulan, Kulonprogo – St. Maria Tak Bernoda Minggu Palma: 15.30 (Sabtu), 07.00 Kamis Putih: 18.00, 20.30 Jumat Agung: 16.00, 20.00 Malam Paska: 17.00, 21.00 Hari Raya Paska: 07.00

Paroki Pugeran – Hati Kudus Yesus Minggu Palma: 17.00 (Sabtu), 05.30 (Bhs. Jawa), 08.00, 17.00 Kamis Putih: 18.00 (Bhs. Jawa), 21.00 Jumat Agung: 15.00 (Bhs. Jawa), 18.00 Malam Paska: 17.00 (Bhs. Jawa), 21.00 Hari Raya Paska: 06.00 (Lansia & Org. Cacat), 08.00 (Anak-anak)

Stasi Gunung Sempu Bantul– Salib Suci Minggu Palma: 07.00 Kamis Putih: 19.00 Jumat Agung: 15.00 Malam Paska: 19.00 Paroki Sedayu, Bantul – St. Theresia Minggu Palma: 07.00 Kamis Putih: 19.00 Jumat Agung: 15.00 (Bhs. Jawa) Malam Paska: 19.00 (Bhs. Jawa) Hari Raya Paska: 07.30

Paroki Babarsari Minggu Palma: 07.30 dan 17.00 Kamis Putih: 19.00 | Jumat Agung Tablo: 08.00 | Jumat Agung Ibadat: 15.00 Malam Paskah I: 17.00 | Malam Paskah II: 20.30 Minggu Paskah: 07.30 dan 17.00

Pekan Suci Gereja Pringgolayan Jl. Wulung 8 Banguntapan Bantul Yogyakarta Sabtu Palma – 28 Maret 2015 pukul 17.00 Minggu Palma Pagi – 29 Maret 2015 pukul 07.30 Minggu Palma Sore – 29 Maret 2015 pukul 17.00 Kamis Putih I – 2 April 2015 pukul 17.00 Kamis Putih II – 2 April 2015 pukul 20.30 Jumat Pagi Tablo (Drama Kisah Sengsara Tuhan Yesus Kristus) – 3 April 2015 pukul 09.00 Jumat Agung I – 3 April 2015 pukul 15.00 Jumat Agung II – 3 April 2015 pukul 18.00 Malam Paskah I – 4 April 2015 pukul 17.30 (Bahasa Jawa) Malam Paskah II – 4 April 2015 pukul 21.00 Paskah Pagi – 5 April 2015 pukul 07.30

HKBP Yogyakarta Rangkaian Acara Ibadah Paskah 2015 Selasa 31 Maret 2015 18.00: Malam Passion Pertama | Rabu 01 April 2015 18.00: Malam Passion ke dua | Kamis 02 April 2015 18.00: Malam Passion ke tiga | Jumat 03 April 2015 06.30: Ibadah Jumat Agung & Perjamuan Kudus; 09.00: Ibadah Jumat Agung Bahasa Batak; 12.30: Ulaon na Hohom; 17.30: Ibadah Jumat Agung & Perjamuan Kudus Bahasa Indonesia | Sabtu 04 April 2015 18.00: Doa dan Ibadah Malam Paskah/Sabtu Sunyi | Minggu 05 April 2015 04.00: Buha-buha Ijuk; 06.30: Ibadah Paskah Raya Bahasa Indonesia; 09.00: Ibadah Paskah Raya & Sakramen Ulaon na Badia Bahasa Batak; 17.30 Ibadah Paskah I –Sunday Service- Bahasa Inggris | Senin 06 April 2015 18.00: Ibadah Paskah II Bahasa Indonesia.

Jadwal Pekan Suci 2015 Lokasi Peziarahan Promasan- Sendangsono Kamis Putih, 2 April 2015 Gereja St. Maria Lourdes Promasan pkl. 19.00 Jumat Agung, 3 April 2015 Ibadat Jumat Agung akan diawali dengan ibadat Jalan Salib berstart awal di Gereja St. Maria Lourdes Promasan pkl.13.00 dan di akhiri dengan Ibadat Jumat Agung di Goa Maria Lourdes Sendangsono pkl. 15.00 Sabtu Paskah, 4 April 2015 Gereja St. Maria Lourdes Promasan pkl. 19.00 Minggu Paskah, 5 April 2015 Gereja St. Maria Lourdes Promasan pkl. 07.00 # MASA PRAPASKAH Jalan Salib – Setiap hari Jumat pukul 16.30 WIB (dilanjutkan misa) Pekan Suci Sabtu Palma – 28 Maret 2015 pukul 17.00 Minggu Palma Pagi – 29 Maret 2015 pukul 07.30 Minggu Palma Sore – 29 Maret 2015 pukul 17.00 Kamis Putih I – 2 April 2015 pukul 17.00 Kamis Putih II – 2 April 2015 pukul 20.30 Jumat Pagi Tablo (Drama Kisah Sengsara Tuhan Yesus Kristus) – 3 April 2015 pukul 09.00 Jumat Agung I – 3 April 2015 pukul 15.00 Jumat Agung II – 3 April 2015 pukul 18.00 Malam Paskah I – 4 April 2015 pukul 17.30 (Bahasa Jawa) Malam Paskah II – 4 April 2015 pukul 21.00 Paskah Pagi – 5 April 2015 pukul 07.30 Misa Mingguan Sabtu Pukul 17.00 WIB – Bahasa Indonesia Minggu Pukul 07.30 WIB – Bahasa Indonesia Minggu Sore 17.00 – Bahasa Indonesia

Perayaan Ekaristi Gereja Santo Yusup Bintaran Kamis putih 02 April 2015 | 17.30 da 20.30 WIB | Bahasa Indonesia Jumat Agung Pagi 03 April 2015 | 08.00 WIB | Bahasa Indonesia = Drama Jalan Salib (Tablo) Jumat Agung Sore 03 April 2015 | 18.00 WIB | Bahasa Indonesia Malam Paskah Sabtu Sore 04 April 2015 | 17.30 WIB | Bahasa Indonesia Malam Paskah Sabtu Malam 04 April 2015 | 21.00 WIB | Bahasa Indonesai Minggu Paskah 05 April 2015 | 06.00 WIB Bahasa Jawa | 08.00 WIB Bahasa Indonesia

Selamat Menjalankan ibadah Pra Paskah dan Selamat Hari Raya Paskah 2015
Admn : @KabarJogjakarta

Rabu, 10 Desember 2014

Ijab Kabul Naik Gajah Gembira Loka


                                         - Nikah Massal di Gembira Loka -        
 
Sebanyak 30 pasangan melangsungkan ijab kabul pernikahan di Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta, Rabu (10/12/2014). Para pasangan melakukan ijab kabul di atas hewan besar seperti Gajah dan Onta.

Dengan cucuk lampah dua pasang gajah dengan para manten naik mobil Taring (transportasi keliling) GL Zoo berbusana Nusantara dengan tata rias tradisional dan modern, yang juga dimerihkan dengan penari yang membuka ritual kirab manten. Kegiatan ini digelar oleh FORTAIS (Forum Ta’aruf Indonesia) Sewon Bantul, Forum CSR DIY, Gembira Loka Zoo, Dinas Sosial DIY, Paguyuban Rias Kinasih Jogja didukung beberapa pihak. Pengantin diijabkan secara berurutan dari atas gajah, onta dan secara serempak diatas dermaga, menara, taring, kapal katamara, speed boat, gethek dengan dipimpin oleh Kepala KUA Umbulharjo Jogja dengan dibantu beberapa Penghulu dari KUA se-Jogja.

Pernikahan ini lebih Istimewa karena saksi manten adalah; Perwakilan Dinas Sosial DIY, Pariwisata, BPO, dsb dengan mahar seperangkat alat sholat, didahului smbutan KMT A. Tirtodiprojo Direktur GL Zoo, GKR Pembayun (Ketua Forum CSR DIY), Drs. Untung Sukaryadi, M Si. (Kepala Dinsos DIY) dan bersama sama membuka  dengan meniup terompet. 20 pasangan Ijab Qobul ditempat dan 10 pasang Difabel tunanetra tasyakuran manten dengan pasangan paling muda  Rosyina Nur Insani dan Arip Rusdi Apriyanto (19 th – 16 th) dan paling tua Slamet Basuki dan Jumadi (56 th – 50 th).
Para Manten setelah selesai  melakukan Ijab Qobul akan menggelar tasyakuran dipelaminan Mayang Tirto untuk menerima ucapan selamat dan kado manten, serta bulan madu dihotel berbintang diantaranya; Rich Sahid Hotel, Royal Ambarukmo, Dafam, Arjuna, Phoenix, Jambuluwuk di Jogja.

#KabarJogjakarta 10/12/14. #Foto GL Zoo

Sabtu, 28 Desember 2013

Sekarniti Resmi Jadi Kampung Wisata

Kampung Sekarniti Kelurahan Gedongkiwo Kecamatan Mantrijeron resmi dikukuhkan sebagai Kampung Wisata. Pengukuhan yang dilakukan Sabtu (28/12/2013) malam tersebut sekaligus menandai berdirinya Bregodo Nitimanggolo untuk memperkuat warisan budaya yang dimiliki Kampung Sekarniti.



Prosesi pengukuhan kampung wisata itu dimulai dengan meresmikan papan nama kampung bercorak jawa yang terpampang di Gapura Gedongkiwo oleh Kepala Bidang Obyek dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta, Golkari Made Yulianto. Camat Mantrijeron Ary Sundaryanto juga turut hadir.

Usai meresmikan papan nama, Bregodo Nitimanggolo yang berjumlah 50 orang mengarak warga mengunjungi berbagai potensi yang dimiliki Kampung Sekarniti. Antara lain kuliner di Pasar Condro, musik bambu di Ndalem Pakiwan, macapatan di Gardu 54 serta agrowisata di Gubuk Ondrowino.

Menurut Ketua Kampung Wisata Sekarniti, Bekti Budihastuti, dengan pengukuhan tersebut harapannya dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas. "Ini juga untuk memacu kita dalam mempertahankan potensi masyarakat disini. Semua potensi itu akan kita akomodir dalam kampung wisata ini," katanya.
#KabarJogjakarta by http://krjogja.com

34 Titik Rawan Macet di Yogyakarta

Polda Daerah Istimewa Yogyakarta memetakan sedikitnya terdapat 34 titik pusat perbelanjaan yang rawan terjadi kemacetan arus lalu lintas pada saat liburan Tahun Baru 2014 ini.

Kepala Bidang Humas Polda DIY AKBP Anni Pudjiastuti, Sabtu, mengatakan, Polda DIY telah memetakan sebanyak 34 pusat perbelanjan yang selalu menjadi simpul kemacetan baik mal maupun pasar tradisional.
“Titik rawan kemacetan tersebut antara lain Kulon Progo sembilan titik, Bantul sembilan titik pasar, Kota Yogyakarta enam titik, Sleman lima titik dan Gunung Kidul lima titik,” katanya.
Menurut dia, untuk pusat perbelanjaan atau mal yang banyak menyedot arus kendaraan roda empat sebagai simpul kemacetan berada di Kota Yogyakarta dan Sleman.
“Kami sudah memetakan titik macet dan rawan kejahatan juga di kawasan pusat perbelanjaan. Sedangkan untuk penempatan personel diserahkan tiap polres,” katanya.
Ia mengatakan, titik-titik tersebut akan terus menjadi perhatian kepolisian selama libur akhir tahun.
“Selain tempat wisata, sejumlah pusat perbelanjaan juga banyak menjadi tujuan masyarakat saat liburan,” katanya.
Anni mengatakan, khusus Malioboro pada Selasa (31/12) saat malam pergantian tahun dimungkinkan terjadi pengalihan arus. Rekayasa itu dilakukan jika kawasan Malioboro dan nol kilometer (simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta) sudah sangat padat.
“Pengalihan dari arah barat Jalan Ahmad Dahlan akan dibelokkan ke utara menuju Jalan Bhayangkara. Dari timur akan dipecah dari perempatan Gondomanan ke arah Jalan Suryotomo dan Brigjen Katamso. Sedangkan dari sisi utara kawasan Abu Bakar Ali akan diteruskan ke barat menuju Jalan Pasar Kembang. Tapi itu diberlakukan ketika kawasan Malioboro sudah benar-benar padat, tidak tergantung pada waktunya,” katanya.
Ia mengatakan, selain itu saat malam tahun baru kawasan Malioboro akan steril dari parkir kendaraan bermotor.
“Sedikitnya 200 personel dikerahkan dalam pemantauan arus lalu lintas di sekitar Malioboro. Termasuk personel antisipasi terorisme dari Brimob Polda DIY,” katanya.
#KabarJogjakarta sumber antaranews.com

Warung Perak Kotagede

Kerajinan Perak Kotagede, Jogjakarta



Sebelum berkembang menjadi sentra kerajinan perak, Kotagede merupakan ibu kota Kerajaan Mataram yang pertama, dengan raja pertama Panembahan Senopati.Panembahan Senopati menerima kawasan yang waktu itu masih berupa hutan yang sering disebut Alas Mentaok dari Sultan Pajang, Raja Kerajaan Hindu di Jawa Timur.

Kotagede menjadi ibu kota hingga tahun 1640, karena raja ketiga Mataram Islam, Sultan Agung, memindahkannya ke Desa Kerto, Plered, Bantul. Keberadaan perajin perak muncul seiring dengan lahirnya Mataram. Perpindahan ibu kota ke Plered itu ternyata tidak membuat para perajin ikut-ikutan pindah. Mereka yang biasanya melayani kebutuhan raja itu tetap mempertahankan usahanya dengan menjualnya ke masyarakat umum.

Bandiyono satu dari sekian perajin perak yang dimulai sejak tahun 1998. Perak murni, logam disepuh perak maupun tembaga oleh Bandiyono dikreasikan menjadi kerajinan perak yang cantik. Terletak di tengah perkampungan sebelah utara makam Raja - raja Kotagede membuat pelanggan seringkali kesulitan menemukan lokasinya.

Sampai saat ini ratusan jenis koleksi antaranya cincin, kalung, gelang, liontin, bros dan hiasan dengan bentuk binatang, wayang dan kendaraan tradisional. Bandiyono dan adiknya pemilik warung perak menerima pesanan selain pembeli lokal, dan dari mancanegara diantaranya dari Brasil, Jepang, Kanada, Belanda, Singapore, Instansi seperti sekolah, dinas membeli peraknya. Untuk memesan produk perak dibutuhkan waktu minimal 10 hari tergantung dari ukuran juga tingkat kesulitan produknya.

Bahan baku perak dan tembaga dibeli dari paguyuban atau teman pengrajin. Berdasarkan penjelasan Bandiyono, bahan baku perak sekarang relatif susah didapatkan.

Selain memproduksi perak, juga menerima servis perhiasan seperti pemasangan berlian, penyepuhan, dan lain lain. Menurut penjelasannya, ongkos jasa service inilah cukup membantu ketika pasar sedang sepi.

Warung perak sesekali mengikuti pameran untuk lebih mengenalkan produknya pada pembeli. Pameran yang diikuti antara lain Bantul Expo, Inacraft, dan pameran di JEC. Selain itu, banyak mahasiswa dari luar kota yang belajar mengenai kerajinan perak dan turut membantu promosi melalui internet.

Bagi anda yang sedang berlibur atau ingin melihat lamgsung produk perak yang digarap masih sangat tadisional, smoga liputan ini bermanfaat.

Info: Warung Perak 63 (Bandiyono) Barat Pasar Kotagede Sayangan 63, Jagalan, Banguntapan, Bantul Telp : 081 2159 3839, 081 5797 5166 0274 – 8329

#KabarJogjakarta 27/12/13
Tahun Baru, Kaliurang Dimeriahkan Kirab Budaya

 Menyambut perayaan tahun baru 2014, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar)Kabupaten Sleman menyusun sejumlah agenda. Kepala Disbudpar Sleman Ayu Laksmi Dewi mengatakan, tahun ini ditargetkan 15.000 wisatawan domestik maupun mancanegara berkunjung ke objek wisata unggulan.

Di antaranya kawasan wisata Kaliurang meliputi Tlogo Putri, Panggung Gembira, Museum Ullen Sentalu, Volcano Tour, dan Museum Gunung Merapi, serta kompleks Candi Prambanan-Boko "Secara keseluruhan, target itu meningkat dari 2012 yang hanya 10 ribu pengunjung," ucapnya.

Melalui event tahun baru, pihaknya berharap ada peningkatan jumlah wisatawan. Di objek wisata Kaliurang, agenda perayaan pergantian tahun sudah disiapkan sejak Jumat (27/12) berupa Festival Lampion yang diikuti 16 kelompok masyarakat setempat.

Hasil karya lampion ini akan dipajang di sepanjang jalur utama Kaliurang mulai pintu gerbang utama sampai kawasan Tlogoputri hingga 31 Desember 2013. Untuk memeriahkan festival, seluruh pelaku wisata di Kecamatan Cangkringan juga diimbau untuk memasang obor di sepanjang jalan Kaliurang.

Pada malam pergantian tahun akan digelar Kirab Budaya bertema "Obor Merapi Sapit Urang". Acara yang dimulai pukul 19.30 itu akan diikuti oleh 10 kelompok bergodo dengan rute kirab mulai patung udang–patung monyet –taman kanak-kanak–pertigaan beringin – patung elang dan berakhir di Tlogoputri.

"Setelah menyaksikan kirab, pengunjung dapat menyaksikan pesta kembang api dan hiburan pentas seni. Di antaranya campur sari, karawitan, orkes melayu, dan elektone," kata Ayu.

Selain Kaliurang, acara perayaan tahun baru juga dipusatkan di Lapangan Denggung. Pada Selasa (31/12) digelar lomba lukis anak dilanjutkan pentas seni berbagai kesenian.
 
#KabarJogjakarta 29/12/13  
Foto @VisitKaliurang Sumber: SuaraMerdeka