Kamis, 01 September 2016

Fenomena Langit Bulan September 2016

Bulan September 2016 cukup menarik bagi para pengamat langit. Ada Gerhana Matahari Sebagian untuk beberapa daerah di Indonesia, juga Gerhana Bulan Penumbra yang secara umum bisa dinikmati dari Indonesia. Selain itu masih ada 4 planet yang bisa dilihat dengan mata tanpa alat.


Planet
Merkurius. Venus, Jupiter. Awal bulan September jadi kesempatan untuk menikmati Merkurius dan Jupiter di kala senja sesaat setelah Matahari terbenam. Sebelum kedua planet ini menghilang di balik horison untuk kemudian hadir sebelum fajar di penghujung bulan September. Merkurius bisa dinikmati saat senja sampai tanggal 7 September sedangkan Jupiter sampai tanggal 15 September.

Venus si Bintang Kejora akan tampak selama bulan September setelah Matahari terbenam. Bersama Merkurius dan Jupiter, ketiganyanya akan tampak membentuk segitiga di langit setelah Matahari terbenam pada tanggal 1 & 2 September. Setelah itu ketiganya akan saling menjauh sampai ketika Merkurius dan Jupiter terbenam mendahului Matahari terbenam. Di bulan September Venus dan Jupiter akan tampak di rasi Virgo. Di akhir September, Venus tampak bergerak menuju rasi Libra.
Mars & Saturnus. Selama bulan September, Mars dan Saturnus akan tampak di langit malam sejak Matahari terbenam sampai tengah malam. Keduanya akan tampak berpasangan di zenit saat Matahari terbenam dan membentuk segitiga dengan Antares.
Di awal September, Mars tampak di capit Scorpio dan bergerak ke Ophiuchus menuju Sagittarius. Tanggal 22 September, Mars bisa ditemukan di panah sang Sagittarius. Saturnus akan tampak di Ophiuchus di bulan September. Tampak berpasangan juga dengan Antares.
Uranus & Neptunus. Planet Uranus dan Neptunus juga dapat dinikmati sepanjang malam setelah Matahari terbenam. Tapi, untuk bisa menikmati kedua planet es raksasa ini harus menggunakan alat bantu berupa teleskop ataupun binokuler. Selama bulan September Uranus akan berada di Rasi Pisces sedangkan Neptunus di rasi Aquarius.
Bulan
Awal bulan September akan ditandai dengan tidak adanya Bulan di malam hari, karena sedang berada dalam fase Perbani akhir dan memasuki Bulan Baru.







1 September. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti.

Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Jadi Bulan dan Matahari akan tampak sepanjang hari. Tidak mudah menemukan Bulan karena tertutup cahaya Matahari.
Setelah Bulan muncul, jauh lebih mudah melakukan pengamatan pada planet-planet atau Bulan sendiri.
7 September. Bulan di titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 405100 km
9 September. Bulan Perbani Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai jelang tangah malam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan sampai jelang dini hari sambil menikmati kehadiran planet-planet. Bulan terbit pukul 11:21 WIB dan terbenam pukul 23:55 WIB.
17 September. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.
19 September. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 361900 km.
23 September. Bulan Perbani Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari pada pukul 11:16 WIB. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.
Peristiwa
1 September — Gerhana Matahari Cincin – Gerhana Matahari Sebagian (untuk Indonesia)
Saat Bulan Baru, konfigurasi Matahari-Bumi-Bulan bisa membentuk kesejajaran hingga terjadilah Gerhana Matahari. Gerhana Matahari di musim kedua tahun 2016 merupakan Gerhana Matahari Cincin karena piringan Bulan tidak menutupi seluruh piringan Matahari. Masyarakat di Benus Afrika akan berkesempatan melihat Cincin Matahari di langit. Gerhana akan bergerak dari barat ke timur yakni dari Samudera Atlantik, melintasi Benua Afrika dan Madagaskar dan berakhir di Samudera Pasifik.

Di Indonesia, gerhana matahari yang melintas adalah Gerhana Matahari Sebagian, saat Matahari hampir terbenam. GMS hanya melintasi beberapa daerah yakni Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, sebagian Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta dan Jawa Timur.
Jalur dan Waktu Gerhana bisa dilihat di artikel Gerhana Matahari Cincin 1 September 2016 dan unduk infografiknya di taut ini.

2 September — Oposisi Neptunus

Neptunus mencapai jarak terdekat dengan Bumi dengan kecerlangan 7,8 magnitudo. Mata kita tidak akan bisa melihat Neptunus dengan kecerlangan tersebut karena batas kecerlangan mata adalah 6 magnitudo. Untuk itu dibutuhkan binokuler maupun teleskop untuk mengenali Neptunus. Dengan teleskop 20 cm, pengamat bisa mengamati Triton, satelit Neptunus.
3 September — Bulan dan Venus
Venus dan Bulan Sabit tipis akan tampak berpasangan di langit saat senja. Keduanya hanya terpisah 1,2º.
4 September — Bulan dan Spica
Merkurius, Jupiter, Venus, Bulan dan Spica akan tampak di langit bagian Barat. Keempatnya tampak beriringan setelah Matahari terbenam.
5 September — Saturnus dan Antares
Saturnus dan Antares terpisah 6,1º di langit. Bersama Mars, ketiganya membentuk segitiga sejak awal September. Secara perlahan, Mars akan berherak meninggalkan keduanya menuju Sagittarius.
9 September — Bulan – Saturnus – Mars
Bulan membentuk segitiga bersama Saturnus dan Mars. Ketiganya akan tampak cerlang di langit malam. Bulan sedang menuju fase seperempat awal. Bulan dan Saturnus hanya terpisah 4,2º di langit.

13 September — Konjungsi Inferior Merkurius
Merkurius akan mengalami konjungsi inferior, saat dimana Merkurius dan Bumi mengalami papasan terdekat dan Merkurius berada di antara Matahari dan Bumi.
17 September — Gerhana Bulan Penumbra
Gerhana Bulan Penumbra kedua yang terjadi di tahun 2016. Kali ini seluruh Indonesia bisa menikmati gerhana ini dari awal sampai akhir, meskipun sebagian masyarakat papua tidak bisa menyaksikan gerhana bulan ini sampai selesai karena Bulan terbenam dalam kondisi gerhana.
Gerhana Bulan terjadi saat Bulan Purnama dan proses gerhana dimulai saat Bulan memasuki area penumbra pada pukul 16:54:40 UT atau 23:54:40 WIB dan berakhir pada pukul 20:53:57 UT atau 03:53:57 WIB. Puncak gerhana terjadi pukul 18:55:26 UT atau 01:55:26 WIB.
18 September — Venus dan Spica
Venus yang terang di langit akan tampak berpasangan dengan Spica, bintang terang (alpha Virgo) di rasi Virgo. Keduanya berpapasan dan hanya terpisah 2,4º.
21 September — Bulan dan Aldebaran
Bulan dan Aldebaran bintang paling terang di rasi Taurus ini akan tampak berpasangan dan terpisah 0,2º.
22 September —Ekuinoks

Matahari berada di ekuinoks atau di atas garis khatulistiwa. Lamanya siang dan malam menjadi sama yakni 12 jam. Bagi masyarakat di belahan bumi utara, tanggal 22 September merupakan Ekuinoks Musim Gugur atau titik balik musim gugur yang menandai awal musim gugur. Sebaliknya di belahan Bumi selatan, ekuinoks di bulan September merupakan vernal ekuinoks atau ekuinoks musim semi yang menandai awal musim semi.
26 September — Konjungsi Jupiter
Jupiter berada pada jarak terjauhnya dari Bumi dan tidak dapat diamati karena berada sangat dekat dengan Matahari di langit. Keduanya hanya terpisah 1,05º. Seandainya kita bisa melihat Jupiter, maka planet gas raksasa ini akan tampak sangat kecil dan redup.
28 September — Bulan dan Regulus
Bulan dan Regulus bintang paling terang di rasi Leo ini akan tampak berpasangan dan terpisah 1,8º jelang fajar.
29 Agustus — Bulan dan Merkurius
Merkurius dan Bulan Sabit tipis akan tampak berpasangan sebelum fajar. Kedua obyek ini baru terbit saat fajar menjelang. Bulan terbit pukul 04:19 WIB dini hari dan Merkurius pada pukul 04:39 WIB.
Rasi Bintang & Bima Sakti
Awal bulan September menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam. Bimasakti dapat diamati membentang dari Timur Laut ke Barat Daya.
Bintang Vega di rasi Lyra juga Antares di rasi bintang Scorpius si Kalajengking, bisa digunakan sebagai bintang panduan dalam mengamati langit. Setelah Vega dan Antares terbenam tengah malam, ada Betelgues dan Rigel di rasi Orion juga Aldebaran di rasi Taurus sebagai panduan.
Kampanye Langit Gelap
Di bulan September, kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya diadakan dari 25 Agustus – 2 September dan 22 September – 1 Oktober. Untuk langit utara, lakukan pengamatan rasi Cygnus dan untuk langit Selatan, pengamatan rasi Sagittarius.
Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan indetifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.
Seluruh fenomena langit di bulan Agustus bisa disimak di Almanak.

  Penulis: / langitselatan.com

 

Selasa, 30 Agustus 2016

Nikah Bareng Ning Stasiun Tugu Jogjakarta

yogyakarta, 27 Dzulqadah 1437/30 Agustus 2016 (MINA) – Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais) kembali akan menggelar acara Nikah Bareng yang bersamaan dengan ulang tahun Yogyakarta yang ke-260 dan PT. KAI ke-71 tahun.


Acara dalam rangka perayaan ulang tahun kelima Fortais itu diagendakan pada Selasa (6/9) pekan depan dengan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yaitu dengan menikah di gerbong kereta api di Stasiun Tugu.
“Konsep tahun ini kita ambil yang unik, yang belum pernah terjadi di Indonesia dengan menikah di gerbong kereta api,” kata Pendiri Fortais, Ryan Budi Nuryanto kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA).
Ryan mengatakan dalam tempo kurang dari satu bulan, setidaknya ada 50 pasangan dari berbagai daerah yang mendaftar untuk mengikuti Nikah Bareng Gratis itu.
“Yang daftar dari beberapa daerah, selain DIY, dari Jawa Barat, dan Jakarta juga ada,” ujarnya.
Hingga saat ini, lanjut Ryan, dari 50 peserta yang sudah menyelesaikan kelengkapan administrasi untuk diproses KUA sebanyak lima pasangan, namun tidak menutup kemungkinan akan bertambah.
Para peserta akan mendapatkan fasilitas dari Fortais berupa mahar, ijab unik, souvenir, biaya nikah, rias, busana, bingkisan “manten”, kirab, dan dokumentasi manten.
Di usia yang kelima tahun, Ryan berharap Fortais bisa istiqomah membantu banyak orang. Selain itu dia juga mengajak kepada banyak pihak untuk bisa peduli kepada lingkungan sekitar, terkhusus untuk masalah pernikahan.
“Kami mengajak kepada rekan-rekan semua untuk peduli kepada saudara, teman, tetangga yang belum menikah untuk membantu mencarikan jodoh, karena itu adalah tanggung jawab kita bersama, jika kita mengabaikannya mereka akan berbuat maksiat dan itu kesalahan kita,” tegurnya.
Dalam kurun waktu, lima tahun terakhir, Fortais telah berhasil menikahkan 5.040 pasangan dari berbagai daerah Indonesia dan luar Indonesia, seperti Italia, Jerman, dan Belanda.
   
Nur Rahmi

Rabu, 24 Agustus 2016

Ribuan Orang Saksikan Pawai Pembukaan FKY-28

Pawai pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) ke-28 di Kawasan Malioboro Selasa 23 Agustus 2016 sore sukses.. dan berlangsung sangat meriah dipadati ribuan penonton.


Berikut kumpulan foto diambil dari berbagai sosial media.











Sabtu, 20 Agustus 2016

Festival Kesenian Yogyakarta ke-28 Siap Digelar 23 Agustus Hingga 9 September 2016 Taman Kuliner Concat

Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 28 tahun ini beda konsep dengan sebelumnya. Acara seni tahunan tersebut akan dibuka di titik nol kota Jogja pada Selasa (23/8/2016) oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubawono X.




Kegiatan tersebut digelar hingga 9 September di Taman Kuliner Condongcatur Sleman. Festival yang telah menginjak tahun ke-28 itu mengangkat tema Masa Depan, Hari Ini Dulu.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY Umar Priyono mengatakan, berbeda dengan tahun lalu, FKY tahun ini akan dibuka dari titik nol kilometer oleh Gubenur DIY dan Dirjen Kebudayaan pusat. Selama pembukaan, akan dimeriahkan kurang lebih 30 kontingen mulai budayawan dan seniman dari Jogja hingga seniman dari tujuh provinsi lainnya.

“Ada juga workshop dan pemutaran film yang diikuti para sineas dari Jakarta Bekasi, Pekalongan, Surabaya,” ujar Umar.

Dia optimistis, jumlah pengunjung bisa melebihi pelaksanaan FKY tahun lalu. Tahun 2015, tidak kurang dari 230.000 pengunjung FKY. Selain di Taman Kuliner, kegiatan FKY juga digelar di Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Di TBY digelar pameran seni rupa.
“Awalnya sempat khawatir FKY akan sepi karena digelar di Taman Kuliner. Tepi ternyata tidak terjadi. FKY kali ini juga berorientasi pada lingkungan. Mengambil venue salah satu acara di Tebing Breksi Sleman,” katanya.

#Film: Nostalgia Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Siap Tayang September

Pencinta film di Tanah Air bakal kembali menyaksikan sosok komedian legendaris Dono, Kasino, Indro sebagai figur grup Warkop DKI. Film Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 1 akan mengobati rasa rindu para penggemar. Warkop DKI Reborn bakal diperankan oleh Tora Sudiro, Abimana Aryasatya dan Vino G Bastian.




Film terbaru daur ulang Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 jelas menanggung banyak beban. Terutama ekspektasi penonton yang teramat tinggi.
Bukan salah siapa-siapa, memang sosok Dono, Kasino dan Indro terlalu melekat sampai hari ini. Begitu juga dengan lawakan-lawakan mereka. Di film remake yang dibagi ke dalam dua babak itu, sutradara Anggy Umbara mencoba bijaksana dalam meramu. Babak pertama, dijadikan ajang nostalgia, sedangkan babak kedua, katanya akan lebih bereksperimen.








“Ini adalah kembalinya Warkop, istilahnya mengingat lagi memori yang dahulu. Kami terbayang seperti itu makanya kenapa banyak jargon-jargon lama yang dimunculkan di Part 1. Tapi, enggak semua kan. Ada Bene sama Arie Kriting stand up comedy yang membantu di sini,” buka pemeran Indro, Tora Sudiro, seperti dilansir Detik, Jumat (19/8/2016).
“Kalau buat gue, orang-orang aja belum percaya sama kami (pemeran Warkop DKI Reborn, Abimana Aryasatya, Vino G Bastian, Tora Sudiro). Jadi, kalau dimasukin yang baru semua, orang makin enggak percaya. Makanya kami mau mendekatkan dulu karakternya dengan segala kekurangan kami,” sambung pemeran Kasino, Vino.
Bagi pemeran Dono, Abimana, elemen nostalgia memang sengaja diberi porsi lebih di Part 1. Tentunya tanpa mengurangi unsur-unsur komedi masa kini. “Enggak bisa langsung merombak komedinya, nanti Warkop-nya akan hilang. Tapi sebetulnya di film terbaru Warkop DKI Reborn ini idenya kaya. Ada Srimulat, diterima. Lawakan meme, tidak dihilangkan karena itu ranahnya stand up comedy. Yang jelas, film ini adalah test drive, dari sini bisa dilihat komplainnya seperti apa, kritiknya,” timpal Abimana.
Sebagai Eksekutif Producer sekaligus pemain dan personel asli, Indro juga angkat bicara. Baginya, nostalgia hanya satu dari banyak elemen lain yang menjadi unggulan. “Sebetulnya, ada tiga menu utama dari film terbaru Warkop DKI Reborn. Remake, hal-hal yang diulang, terus komedi kekinian dan main teknologi. Strateginya seperti itu. Makanya enggak semuanya nostalgia,” tutup Indro.
Istri Indro Warkop, Nita Octobijanthy, terharu melihat trailer film terbaru Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 1 yang menampilkan Abimana Aryasatya, Tora Sudiro dan Vino G. Bastian sebagai trio pelawak itu. “Saya seperti merasakan kehadiran dari Mas Dono, Mas Kasino, begitu melihat trailer,” kata Nita, seperti dikutip dari Antara, Jumat.
Satu hal yang paling menyentuh Nita adalah Abimana yang menurut Nita sangat mirip dengan Dono baik fisik dan sifat. Abimana, Vino dan Tora memang didandani semirip mungkin dengan sosok asli Dono, Kasino dan Indro.
Nita melihat Abimana bisa meniru bahasa tubuh Dono saat ia senang, kesal bahkan ketika terpojok. Di belakang layar, ia melihat ada kemiripan sifat Abimana dengan Dono, misalnya cuek dan seringkali tidak bicara kalau tidak ditanya. “Itu Mas Dono banget, nyambung banget, hal-hal itulah yang mungkin tak terasa tiba-tiba membuat saya menangis,” ujarnya.
Nita menambahkan, penampilan Abimana, Vino dan Tora, lebih terasa sebagai Warkop DKI saat memakai seragam Chips karena sangat mirip dengan gerak-gerik Warkop DKI dulu.
Film terbaru Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 dijadwalkan tayang 8 September 2016. Selain empat nama di atas, hadir pula Ence Bagus, Nikita Mirzani dan Hannah Al Rashid.

Rabu, 10 Agustus 2016

Gerhana Matahari Cincin 1 September 2016

Sebuah peristiwa gerhana Matahari cincin bakal terjadi pada Kamis, 1 September 2016. Sayangnya, gerhana Matahari cincin ini nampak lebih jelas terlihat di Benua Hitam. Bagaimana dengan pengamatan di Indonesia? Akankah memungkinkan?






Sebuah gerhana Matahari bisa terjadi ketika Bulan lewat di antara Bumi dan Matahari, dengan demikian Bulan menutupi total atau sebagian Matahari yang menghadap ke Bumi. Sementara itu, gerhana Matahari cincin terjadi ketika diameter sudut Bulan lebih kecil dari Matahari, sehingga Bulan akan menghalangi sebagian cahaya Matahari dan menyebabkan bentuk Matahari terlihat seperti sebuah annulus (cincin).

Dikutip dari langitselatan.com, Bulan yang berdiameter 3.476 km, bergerak mengelilingi Bumi dalam lintasan elips sehingga jarak Bumi–Bulan bervariasi dari jarak rata-ratanya yakni 384.460 km. Variasi jarak Bumi–Bulan bisa mencapai maksimum 406.767 km dan jarak minimumnya adalah 356.395 km.

Kombinasi diameter Bulan dengan jarak Bumi–Bulan ini menyebabkan piringan Bulan di langit atau diameter sudut Bulan juga bervariasi dari 29'22" sampai dengan 33'31". Rata-rata ukuran diameter sudut Bulan adalah 31'5".

Pergerakan Bumi mengelilingi Matahari juga memiliki variasi jarak minimum dan maksimum karena Bumi mengelilingi Matahari dalam lintasan elips. Jarak rata-rata Bumi–Matahari adalah 149.597.871 kilometer. Akan tetapi pada kenyataannya, jarak Bumi–Matahari itu bervariasi antara 147.091.312 km saat di titik terdekat sampai dengan 152.109.813 km saat Bumi di titik terjauhnya dari Matahari. Hal ini membuat diameter sudut Matahari juga bervariasi dari 31′.46 hingga 32′.53.

Perbandingan diameter Matahari terhadap diameter Bulan sekitar ~400, sedangkan perbandingan jarak Bumi–Matahari terhadap jarak Bumi–Bulan antara 362 hingga 419 kali. Karena itu, perbandingan piringan Matahari atau diameter sudut Matahari dibanding diameter sudut Bulan atau piringan Bulan di langit berkisar antara 95% lebih kecil atau 110% lebih besar.

 Peristiwa gerhana Matahari cincin 1 September 2016 ini bertitik great eclipse di Tanzania, namun beberapa negara di Afrika Tengah seperti Gabon, Kongo, serta Madagaskar juga kebagian gerhana Matahari cincin.

Lokasi paling awal yang mendapat gerhana Matahari cincin ini akan dimulai pada sekitar pukul 13:13 WIB pada tanggal 1 September 2016. Titik maksimum gerhana Matahari cincin akan berlangsung pada pukul 17:01 WIB, dan puncak gerhana cincin akan berlangsung selama 3 menit dan 6 detik.

Namun, sayang sekali untuk fase gerhana Matahari cincin 1 September 2016 lintasannya tidak melewati wilayah Indonesia. Jadi kita pun harus cukup puas karena hanya bisa menyaksikan gerhana Matahari sebagian/parsial dengan persentase kurang dari 20%, alias secuil gerhana saja.

Di Indonesia sendiri, hanya daerah-daerah seperti Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bengkulu dan Lampung yang dapat mengamatinya, itu pun hanya gerhana Matahari parsial yang persentasenya sangat kecil. Piringan Bulan hanya sedikit menggigit piringan Matahari seperti pada ilustrasi di bawah ini:
 
 
 
 Harus diketahui gerhana matahari 1 September 2016 terjadi hampir bersamaan dengan terbenamnya Matahari di Indonesia. Bahkan, di hampir seluruh wilayah Indonesia, Matahari sudah lebih dulu terbenam sebelum gerhana ini sempat terjadi.
Jika Anda berada di daerah-daerah di Indonesia yang kami sebutkan di atas yang dapat mengamati gerhana Matahari parsial ini, Anda dapat mulai mengamatinya menjelang senja, ketika Matahari siap terbenam di ufuk Barat. Mulailah mengamati pada pukul 17:30 WIB, pada saat itu Bulan mulai menggigit bagian bawah kiri Matahari hingga Matahari terbenam.

Lokasi yang disarankan untuk mengamati gerhana Matahari parsial 1 September 2016 adalah pantai atau lokasi yang tinggi, seperti di lantai gedung paling atas, hal ini agar Anda dapat melihat Matahari yang sudah di bawah 10 derajat saat gerhana berlangsung.
Pengamatan gerhana Matahari parsial di Indonesia pada 1 September 2016 juga disarankan menggunakan kacamatan khusus berfilter Matahari, walau sebenarnya Matahari sudah tidak terlalu silau ketika gerhana Matahari parsial terjadi karena kedudukannya sudah terlalu rendah di atas cakrawala. Tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga, bukan?
 

Kamis, 04 Agustus 2016

Makna Logo Peringatan HUT RI ke-71 Ini Penjelasan Kepala Bekraf

Logo Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia secara resmi telah dirilis pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) pada 25 Mei 2016 lalu, Selanjutnya masyarakat bisa mengakses logo tersebut di http://www.setneg.go.id.
Menurut Kepala Bekraf, konsep Logo HUT RI ke 71 adalah: Sebagai bentuk kerja nyata yang berkesinambungan maka visual 71 tahun indonesia merdeka memiliki bentuk yang berkelanjutan dari logo 70 Tahun Indonesia merdeka. Pada logo 71 tahun ini digambarkan dua setengah lingkaran yang mengilustrasikan bilah baling-baling yang dinamis selalu berputar mendorong pesat ke depan. Hal ini menunjukan komitmen pemerintah untuk kerja nyata dalam memajukan Indonesia. Angka satu yang menembus bidang lingkaran mengarah ke kanan atas merupakan ajakan bagi seluruh lapisan masyarakat agar ber-“satu”, bahu membahu bekerja menembus segala rintangan. Secara tampilan logo 71 Tahun Indonesia Merdeka bernuansa modern dan sederhana dalam tampilan. Hal ini menunjukan sikap pemerintah yang mengutamakan keterbacaan yang jelas/transparansi/informatif dalam seluruh kerja nyatanya. Penjelasan Kepala Bekraf ini pun menjawab sudah pertanyaan masyarakat mengenai arti logo tersebut.




Rilis logo 71 Tahun Indonesia Merdeka secara resmi tertuang dalam surat Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara yang ditandatangani Sekretaris Setneg Setya Utama Nomor : B-1651/Kemensetneg/Ses/TU.00.04/05/2016 tanggal 25 Mei 2016 tentang Penyampaian Logo Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2016 kepada Para Pimpinan Lembaga Negara, Para Menteri Kabinet Kerja, Gubernur Bank Indonesia, Jaksa Agung, Panglima Tentara Nasional Indonesia, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Para Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Para Perwakilan RI di Luar Negeri, Para Gubernur Provinsi di Seluruh indonesia, dan Para Bupati serta Walikota di Seluruh Indonesia.