Jogja Wayang Night Carnival 2017 akan digelar pada 7 Oktober 2017,
tapi sudah dikampanyekan sedari sekarang.
Beberapa biro perjalanan
wisata di Yogya mengatakan akan membuat paket-paket dengan salah satu
programnya menyaksikan karnaval yang melibatkan langsung masyarakat di
11 kecamatan yang ada di wilayah administrasi Kota Yogyakarta itu.
Event ini sudah tetap tiap tahun tanggal 7 Oktober bertepatan dengan
hari jadi Kota Yogyakarta. Sebelumnya, Jogja Wayang Night Carnival
dikenal dengan nama Pawai Kebudayaan Yogja yang telah berlangsung sejak
beberapa tahun. Melihat respon pengunjung dan wisatawan baik dari dalam
maupun luar negeri pada penyelenggaraan pertamanya sebagai Jogja Wayang
Night Carnival tahun lalu, maka para agen perjalanan dan operator tur
menyatakan minat hendak menjualnya sebagai produk wisata pada
penyelenggaraan tahun 2017 in. Even ini pun diluncurkan ketika pembukaan
ajang Jogja Day yang diselenggarakan kemarin dulu tanggal 2 Maret 2017
di Jakarta.
Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta bersama dengan Badan Promosi Pariwisata
Kota Yogyakarta (BP2KY) menyelenggarakan ajang Jogja Day 2017, kegiatan
promosi pariwisata Kota Yogya pada Selasa, 28 Februari 2017, di
Ballroom Redtop Hotel Jakarta. Pengunjungnya tidak hanya dari agen-agen
perjalanan tetapi juga dari sekolah-sekolah yang ada di Ibu Kota.
Pelaksanaannya setengah hari mulai dari pukul 11.00. Kegiatan
table top mulai dari pukul 15.00 hingga 19.00.
Sellers
yang ikut berpartisipasi di even ini ada sekitar 60 perusahaan terdiri
dari akomodasi, aktraksi/obyek wisata, hingga pusat oleh-oleh.
Table top dilakukan tanpa perjanjian sebelumnya. Pengunjung bisa langsung mendatangi meja-meja
sellers yang diminati.
Sellers dari uaha Akomodasi mulai dari hotel berbintang,
guest house dan
homestay unik, hingga
dormitory di Kota Yogya. Agen perjalanan dan operator tur menawarkan paket-paket mulai dari yang
mainstream hingga
off-the-beaten track.
Beberapa peserta menawarkan daya tarik terintegrasi seperti Purawisata
yang kini telah dilengkapi akomodasi dan fasilitas MICE dalam ruang dan
luar ruang selain restoran dan pertunjukan Ramayana Ballet, dan pusat
oleh-oleh Dagadu yang juga menawarkan
workshop bersama seniman Yogyakarta di salah satu gerainya.
Fito Bagus Eka Laksamana, Ketua Badan Promosi
Pariwisata Kota Yogyakarta, mengatakan, kegiatan promosi langsung
seperti Jogja Day baru pertama kali dilaksanakan. “Jogja Day tidak hanya
menyasar kalangan dari
travel trade biasa tapi juga
sekolah-sekolah yang ada di Jakarta. Jadi kegiatan ini bisa dikatakan
untuk semua segmen pasar domestik. Bagi Yogja, sumber pasar paling besar
ya DKI Jakarta,” ujar Fito.
P2KY ini akan berpartisipasi di MATTA Fair kedua pada bulan September mendatang di Kualalumpur, Malaysia.
Menteri Pariwisata menyambut ajang ini dan sambutannya disampaikan oleh
Harry Waluyo, Ketua Crisis Center Kementerian Pariwisata.
Disebutkan antara lain, Kemenpar memberikan dukungan untuk
kegiatan-kegiatan di Daerah Istimewa Yogyakarta diantaranya,
International Street Festival, Jogja Air Show, Jogja International
Heritage Walk, membawa famtrip dari luar negeri, dan lain-lain. Ada dana
khusus yang langsung diberikan kepada kabupaten/kota guna membangun
fasilitas penunjang pariwisata yakni toilet umum dan ruang ganti.
**indonesiatouristnews